Q&A Categories
Find a Question:
Perjalanan Sedih dari seorang teman
Oct
18
2011
kali ini saya mau berbagi cerita sedih tentang teman saya…
saya dan beberapa gerombolan teman saya boleh dibilang cukup solid…
kuliah di tempat yang sama, dikelas yang sama, di jam yang sama…
jadi wajar saja bila terjadi sesuatu pada salah satu diantara kami pasti semua akan tahu…
ini adalah cerita perjuangan seorang lelaki, demi cintanya…
sebut saja teman ini W…
dan W berhasil memenangkan cinta A dari sekian banyak lelaki eksis dan keren di kampus…
besarnya rasa cinta W kepada A mampu merubah W menjadi seorang pekerja keras…
W memberanikan diri memulai usaha…
mulai dari usaha makanan, resto kecil2an, laundry, sampai sebuah peternakan kecil telah dibuatnya…
dan dari ceritanya, usaha tersebut memiliki prospek yang bagus…
semua usahanya itu selalu mendapat dukungan dari A…
saya dan teman teman yang lain merasa bangga memiliki teman seperti W…
seseorang yang patut di contoh…
setelah hampir 2 tahun terjalinnya hubungan antara W dan A…
A mulai mengenakan hijab/jilbab…
ternyata tidak hanya W yang mengalami perubahan, A pun berubah…
tapi tidak dengan hubungan mereka…
hubungan tanpa status yang jelas…
hanya komitmen diantara mereka berdua…
disinilah celah kehancuran bermula…
ada orang ketiga diantara hubungan mereka…
salah satu diantara lelaki eksis kampus, yang dulu sempat berjuang mendapatkan cinta A… sebut saja H…
dia adalah tipe work smart… seorang broker saham kecil kecilan…
entah sejak kapan perselingkuhan A dan H dimulai…
tapi saat semua membaca kisah ini, A sudah memilih H…
meninggalkan W yang tidak tahu apa apa…
pernah suatu ketika saya dan teman teman mendapat cerita dari W, kalau dia sudah mencoba bertanya pada H, beberapa minggu sebelum hubungan W dan A berakhir…
W : H, apa bener lu sekarang lagi deketin A ?
H : iya, emangnya kenapa ?
W : emangnya lu ga tw gw siapanya A ?
H : emangnya lu siapanya A ?
W : *speechless – karena memang tidak tahu harus dijawab apa pertanyaan ini… [tapi walaupun tidak dijawab, seharusnya H tahu, karena seluruh kampus sudah tahu]
H : udah, lu tenang aja, mulai sekarang gw yang jagain A
-percakapan usai-
dan setelah W meng-klarifikasi pada A, A hanya terdiam, kemudian pergi tanpa dosa…
W menceritakan kejadian itu pada saya dan teman teman dengan nada ikhlas…
tapi mata tak bisa berbohong…
ada dendam dimata W…
selama beberapa hari W terlihat murung… sesekali terlihat memendam kesedihan dalam tawanya…
tapi kesedihan itu tidak lantas menyurutkan perjuangannya…
dia berjanji akan menjadi usahawan yang sukses…
saya dan teman teman selalu mendoakannya, tak lupa sendukungnya…
itulah teman kami… seorang hard worker… pejuang sejati…
————————————————————-
yang saya kurang mengerti disini, kenapa kebanyakan jilbabers tidak mau menjelaskan kepada orang2 tentang hubungan cintanya… hanya komitmen…
saya hanya berharap, jilbab itu bukan menjadi alat menutupi kepalsuan…
percayalah, kalau sudah busuk itu tidak bisa ditutupi… busuk hatinya…
Answer this Question
You must be Logged In to post an Answer.
Not a member yet? Sign Up Now »
Member Baru
85 Users - Show All
Statistik
Star Points Scale
Earn points for Asking and Answering Questions!
[1 - 25
[26 - 50
[51 - 500
[501 - 5000
[5001 - 25000
[25001+ 
Answer #1
seharusnya kalaupun sudah ada komitmen ya di pegang dong…tapi nggak apa apa lah…sekurang2nya teman anda sudah mulai maju dan dia di tunjukkan bahwa perempuan itu tidak pantas untuknya
berarti ada wanita yang lebih baik yang di sediakan untuk temannya..
kalau jilbab tergantung pribadinya..percuma saja pakaiannya bagus tapi kepribadiannya tak seelok penampilannya
makanya kita jangan pernah menjudge dari cover,karna banyak orang yang kliatan bagus dengan pakian yang elok jilbabnya tapi ternyata sifat dan kelakuannya tidaklah seperti yang kita lihat…